Laman

Determinan Komitmen Organisasi dan
Implikasinya pada Organizational Citizenship Behavior
(Studi Empirik di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Sumatera Selatan,
Lampung, dan Bengkulu)

Oleh:
Dr. Benny Hendrawan, Prof. Dr. Anoesyirwan Moeins,
Dr. Harries Madiistriyatno, dan Dr. Alex Zami

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi, persepsi mutu organisasi, peran kepemimpinan, dan komitmen organisasi terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Sumatera Selatan, Lampung, dan Bengkulu, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian dilaksanakan di LPMP Provinsi Sumatera Selatan, Lampung, dan Bengkulu dengan populasi sebanyak 433 orang Pegawai Negeri Sipil dan sampel penelitian sebanyak 208 orang yang ditetapkan berdasarkan rumus Slovin. Sampel penelitian ditarik dengan menggunakan teknik purposive random sampling. Pengambilan data menggunakan kuisioner yang disusun berdasarkan skala Likert. Analisis data menggunakan metode analisis kualitatif dan kuantitatif dengan bantuan program statistik SPSS Seri 22.0 dan Lisrel seri 8.80. Dari analisis tersebut diperoleh hasil sebagai berikut; (1) terdapat pengaruh positif dan signifikan variabel kompetensi, persepsi mutu organisasi, dan peran kepemimpinan terhadap komitmen organisasi baik secara parsial maupun simultan dengan kontribusi sebesar 65% dan variabel peran kepemimpinan merupakan variabel yang paling dominan, (2) terdapat pengaruh positif dan signifikan variabel kompetensi, persepsi mutu organisasi, peran kepemimpinan, dan komitmen organisasi terhadap OCB baik secara parsial maupun simultan dengan kontribusi sebesar 76% dan variabel komitmen organisasi merupakan variabel yang paling dominan. Selain hasil tersebut, dalam penelitian ini juga ditemukan bahwa variabel komitmen organisasi berfungsi sebagai variabel full mediating bagi ketiga variabel bebas dalam mempengaruhi OCB. Berdasarkan hasil penelitian di atas maka direkomendasikan sebagai berikut: (1) untuk memperbaiki OCB maka disarankan menjadikan komitmen organisasi sebagai variabel utama dalam meningkatkan OCB yang direfleksikan melalui dimensi “keyakinan dan penerimaan yang kuat atas nilai dan tujuan organisasi (Y1.1)” serta dimensi “altruism (Y2.1)” sebagai dimensi yang paling merefleksikan OCB, (2) untuk memperbaiki komitmen organisasi maka disarankan menjadikan peran kepemimpinan sebagai variabel utama dalam meningkatkan komitmen organisasi yang direfleksikan melalui dimensi “contoh model/modelling (X3.4)”. Selain rekomendasi di atas, penelitian ini juga merekomendasikan agar variabel komitmen organisasi menjadi variabel sentral dalam memediasi variabel kompetensi, persepsi mutu organisasi, dan peran kepemimpinan dalam mempengaruhi OCB.

Kata kunci: OCB, komitmen organisasi, kompetensi, persepsi mutu organisasi, peran kepemimpinan.